Yayasan Xaverius Tanjungkarang melaksanakan kegiatan bedah buku karya RD. Nicolaus Heru Andrianto yang berjudul “Merapikan Jala Kehidupan Di Era AI dan Disrupsi Teknologi” pada tanggal 9 Oktober 2026 di Aula SMA Xaverius Pahoman yang dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik dari TK, SD, SMP Xaverius Panjang, TK Xaverius Kalianda, TK Xaverius Sribawono, dan SMP, SMA Xaverius Pahoman. Acara ini diselenggarakan untuk merespons dinamika era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan pesatnya disrupsi teknologi yang tidak hanya memberikan berbagai kemudahan, tetapi juga membawa tantangan baru seperti banjir informasi, krisis makna, kelelahan batin, serta pergeseran relasi sosial yang semakin rentan kehilangan kedalaman.
Melalui pemaparannya, RD. Nicolaus Heru Andrianto mengundang seluruh anggota yang hadir untuk berhenti sejenak dari kesibukan dunia guna menata kembali arah kehidupan. Buku ini menyajikan perpaduan yang komprehensif antara refleksi Kitab Suci, inspirasi dokumen-dokumen Gereja tentang pendidikan, serta analisis kritis terhadap fenomena teknologi digital masa kini. Secara istimewa, gagasan dalam karya ini dijiwai oleh Ensiklik pertama Paus Leo XIV, “Magnifica Humanitas”, yang menegaskan pentingnya menjaga martabat manusia, membangun relasi yang autentik, dan memikul tanggung jawab bersama dalam mewujudkan peradaban yang lebih manusiawi.
Tidak hanya sekadar menjadi wacana akademis dan bahan refleksi teoritis, karya Imam Diosesan Keuskupan Tanjungkarang ini juga dilengkapi dengan kumpulan doa inspiratif serta kutipan bermakna (quotes). Fasilitas spiritual ini dirancang khusus untuk menemui perjalanan harian pembaca agar mampu merapikan kembali “jala kehidupan” yang mungkin kusut akibat kesibukan dan kompleksitas tantangan zaman, sehingga setiap individu dapat menemukan kembali harapan serta sukacita dalam menjalani panggilan hidupnya.
Kegiatan bedah buku yang berlangsung secara interaktif di Aula SMA Xaverius Pahoman ini disambut hangat oleh seluruh anggota yang antusias menggali nilai-nilai kebijaksanaan di tengah perubahan zaman yang begitu cepat. Penulis yang telah melahirkan berbagai karya literatur rohani dan biografi ini berhasil membuka wawasan pembaca mengenai pentingnya keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kedalaman spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan bedah buku “Merapikan Jala Kehidupan Di Era AI dan Disrupsi Teknologi” menegaskan pesan paten bahwa kemajuan teknologi digital dan kecerdasan buatan tidak boleh mengikis martabat serta nilai-nilai kemanusiaan. Melalui refleksi iman yang mendalam, relasi yang autentik, dan kesadaran untuk menata kembali arah hidup, manusia akan selalu mampu menemukan harapan, kebijaksanaan, serta sukacita sejati di tengah gelombang disrupsi zaman.



