Pada Kamis, 9 April 2026, suasana kelas berubah menjadi laboratorium imajinasi yang penuh keceriaan saat anak-anak memulai petualangan bertajuk “Semarak Bintang”. Kegiatan dibuka dengan eksperimen sains sederhana “Bintang Berjalan” menggunakan tusuk gigi dan tetesan air pewarna. Melalui aktivitas ini, anak-anak diajak menyaksikan keajaiban ilmu pengetahuan secara langsung untuk mengenal konsep tegangan permukaan air dengan cara yang menyerupai sihir, sehingga rasa ingin tahu mereka terhadap keteraturan alam semesta mulai tumbuh sejak dini.
Keseruan berlanjut pada sesi seni visual, di mana anak-anak dengan penuh antusias mewarnai gambar bintang untuk mengeksplorasi keindahan warna cahaya langit. Tak hanya mewarnai, mereka juga diajak untuk meronce gambar bintang dari sedotan. Aktivitas meronce ini bukan sekadar bermain, melainkan cara kreatif untuk mengembangkan keterampilan anak dalam mengamati pola sebaran bintang di langit malam, sekaligus membangun kesadaran akan fungsi bintang sebagai penghias semesta yang indah dan menenangkan.
Selanjutnya, anak-anak melatih koordinasi motorik halus mereka melalui kegiatan mengecap bentuk bintang menggunakan buah belimbing. Dengan memanfaatkan potongan buah alami, anak-anak belajar mengontrol gerakan tangan dan tekanan saat mencetak pola di atas kertas. Tekstur unik dari belimbing memberikan pengalaman sensorik yang berkesan, sekaligus mengasah sinkronisasi antara mata dan tangan yang sangat krusial bagi tahap perkembangan fisik anak-anak.
Kegiatan pun ditutup dengan momen yang paling dinanti, yaitu menghias roti tawar berbentuk bintang. Pada sesi ini, kemandirian anak-anak benar-benar diuji saat mereka harus mengikuti instruksi guru secara berurutan dalam menghias roti tawar mereka sendiri. Selain melatih ketangkasan tangan anak-anak dalam membentuk roti tawar menggunakan cetakan berbentuk bintang, aktivitas kuliner sederhana ini memberikan rasa bangga dan kepuasan tersendiri bagi anak-anak karena mereka mampu menciptakan karya yang tidak hanya cantik dipandang, tetapi juga lezat untuk dinikmati.
Secara keseluruhan, kegiatan yang telah dilakukan oleh anak-anak TK Xaverius 2 Bandar Lampung ini mampu mentransformasi konsep astronomi yang abstrak menjadi pengalaman belajar multisensori yang menyenangkan, edukatif, dan penuh makna bagi tumbuh kembang anak.






